Psikodiagnostik

TES PROYEKSI (Latar Belakang, Klasifikasi dan Fungsi Tes Proyeksi)

BAB I. LATAR BELAKANG TES PROYEKSI

Perkembangan psikologi proyektif banyak didasarkan sebagai protes terhadap teori atau aliran lama yang kebanyakan bersifat structuralism, behaviorism, yang kebanyakan memandang individu bukan suatu whole tetapi sebagai suatu kumpulan dari berbagai aspek.

Aspek psikologis manusia yang tidak disadari sulit diungkap dalam kondisi wajar (sukar diungkap melalui self report, inventory). Jadi dalam pendekatan proyektif diperlukan instrument khusus yang dapat mengungkap aspek-aspek ketidaksadaran manusia — teknik proyektif ini kemungkinan subjek mau merespon, walaupun teknik proyektif mempunyai arti interpretative. Teknik ini pendekatannya menyeluruh (global approach).

Ada beberapa alasan mengapa kepribadian testi tidak diungkap atau ditanyakan secara langsung kepada testi, seperti pada personality inventories:

1. Tidak semua orang dapat mengkomunikasikan dengan jelas ide-ide dan sikap-sikap yang ada dalam kesadarannya.

2. Umumnya lebih mudah menghindari mengatakan hal-hal tersebut walaupun tidak dengan maksud menyembunyikannya atau menipu.

3. Banyak hal yang tidak disadari oleh seseorang, yang tentu saja ia tidak mampu untuk mengemukakannya.

Konsep proyektif dalam memandang kepribadian:

Personality is a process, not only group of aspect

Personality is an interaction between internal and external factors. They always share in their development process.

Tes ini berawal dari lingkungan klinis dan tetap merupakan alat yang penting bagi ahli klinis. Sejumlah metode berkembang dari prosedur terapeutis yang digunakan pada pasien psikiatris. Dalam kerangka teoritis, kebanyakan teknik proyektif mencerminkan pengaruh konsep psikoanalitik yang tradisional dan modern. Ada berbagai upaya yang terpisah yang meletakkan dasar bagi teknik proyektif dalam teori stimulus respon dan dalam teori perceptual tentang kepribadian. Asumsi dasarnya adalah apabila subjek atau individu dihadapkan pada hal-hal yang ambiguitas maka subjek akan memproyeksikan personalitinya melalui jawaban-jawaban terhadap stimulus itu. Syarat-syarat untuk proyeksi antara lain diperlukan screen dan layar. Screen adalah sebuah alat tes untuk memproyeksikan gambar dan stimulus.

Tes proyeksi adalah pengungkapan aspek psiklogis manusia dengan menggunakan alat proyeksi. Tes ini berdasar pada eksternalisasi aspek-aspek psikis terutama aspek-aspek ketidaksadaran ke dalam suatu stimulasi/rangsang yang kurang atau tidak berstruktur yang sifatnya ambigious agar dapat memancing berbagai alternatif jawaban tanpa dibatasi oleh apapun.

Pelopor tes proyeksi adalah Freud (1984) dengan teori psikodinamikanya, dan kemudian dikembangkan oleh Herman Rorschach (1921) dengan tes Rorschach dan Murray (1935) dengan tes TAT (Thematic Apperception Test) untuk mengungkap aspek-aspek kepribadian manusia.

Tes proyeksi memberikan stimuli yang artinya tidak segera jelas; yaitu beberapa hal yang berarti dia mendorong pasien untuk memproyeksikan kebutuhannya sendiri kedalam situasi tes. Tes proyeksi kemungkinan tidak mempunyai jawaban benar atau salah, orang yang diuji harus memberikan arti terhadap stimulus sesuai dengan kebutuhan dalamnya, kemampuan dan pertahanannya.

Oleh karena tes proyektif menuntut kesimpulan yang luas atau kualitatif (tend to subjective). Kecenderungan untuk subjektif ini dapat diatasi dengan pengetahuan, pengalaman yang besar terhadap tes. Validitas dan reliabilitas tes rendah, karena dalam memberikan kesimpulan sangat luas.

BAB II. MACAM-MACAM TES PROYEKSI

Macam-macam tes proyeksi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. ASSOCIATIVE TECHNIQUES

Subjek menjawab stimulus dengan perkataan, image, atau ide-ide yang pertama kali muncul.

Ex : Rorschach Inkblots, Word Association

b. CONSTRUCTION PROCEDURES

Subjek mengkonstruk atau membuat suatu produk (cerita). Dan dari cerita itulah keadaan psikologis klien diungkap

Ex : TAT, MAPS (Make a picture story)

c. COMPLETION TASKS

Melengkapi kalimat atau cerita yang sudah ada disedikana sebelumnya.

Ex : SSCT, Rosenzweig Picture-Frustation Study

d. CHOICE OR ORDERING DEVICES

Mengatur kembali gambar, mencatat referensi atau semacamnya.

Ex : Szondi Test, Tomkins-Horn Picture Arrangement Test

e. EXPRESSIVE METHODS

Gambar, cara / metode dalam menyelesaikan sesuatu dievaluasi.

Ex : BAUM, HTP, DAP

Teknik-teknik dalam penyajian tes proyksi ada bermacam-macam cara:

s Stimulus tidak berstruktur — Stimulus yang diberikan (tes) tidak terstruktur seperti tes intelegensi.

s Proses proyeksi — pengungkapan keadaan psikologi klien dengan memproyeksikannya dalam bentuk reaksi terhadap tes yang disajikan.

s Administrasi longgar — Administrasi tes proyeksi biasanya tidak ada aturan baku, tergantung dengan kebutuhan klien dengan catatan tidak mempengaruhi hasil tes.

s Testee oriented — tes ini berorientasi pada testee

s Unsur subjektifitas dalam interpretasi — Dalam menginterpretasikan tes ini, unsure subjektivitas psikolog sangat berpengaruh.

s Menyentuh bawah sadar — tes proyeksi membantu mengungkapkan keadaan bawah sadar manusia.

BAB III. FUNGSI TES PROYEKSI

Tes proyeksi berfungsi untuk mengungkap keadaan psikologi bawah sadar manusia yang selama ini di repres kealam bawah sadar. Melalui tes proyeksi ini diharapkan dinamika psikologis itu dapat dikeluarkan melalui alat bantu tes-tes proyeksi.

Sebagai sebuh tes, tes proyeksi mempunyai kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan tes-tes psikologi yang lain:

Kelebihan Tes Proyektif

§ Dapat mengungkap hal-hal di bawah sadar untuk keperluan klinis

§ Dapat menurunkan ketegangan

§ Bersifat ekonomis

Kekurangan Tes Proyektif

§ Validitas dan reliabilitasnya rendah

§ Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam kaitannya dengan ketepatan melakukan diagnosa

About psychologymania

Praktisi Psikologi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: